images

Jerawat bisa dialami oleh laki-laki maupun wanita yang biasanya berusia diantara 13 tahun – 28 tahun. Meski kadang dalam beberapa kasus seperti keturunan dan hormonal diluar rentang umur orang biasanya terkena jerawat pun masih bisa mengalami jerawat. Ada beberapa orang yang sudah berputar-putar mencoba berbagai macam bahan alami atau tradisional yang dipercaya dan digadang-gadang dapat menyembuhkan atau menghilangkan jerawat. Berikut kami sarankan 10 merk obat penghilang jerawat yang aman yang dapat Anda gunakan.

  1. Benzoyl Peroxide

1

Benzoil peroksida dapat digunakan untuk mengenai acne inflamasi superfisial atau acne yang tidak dalam. Senyawa ini merupakan antibakteri ninabiotik yang berperan sebagai bakteriostatik terhadao P.acnes. Benzoil perioksida juga mempunyai efek keratolitik dan mengeringkan sehingga dapat menunjang efek pengobatan.

  1. Salicylic Acid

2

Asam salisilat hampir sama cara kerjanya dengan Resorsinol yang merupakan agen keratolitik serta sedikit antibakteri. Meskipun, Asam salisilat memiliki aksi sebagai komedolitik serta sedikit antinflamasi, sehingga lebih ampuh untuk jerawat ringan komedo.

  1. Asam Azelat

3

Asam azelat memiliki aktivita antibakteri, antinflamasi, serta komedolitik. Berbentuk anti-bakteri topikal dan harus dengan dokter untuk menggunakannya. Asam azilat bermanfaat untuk acne yang ringan hingga sedang pada pasien yang tidak dapat mentolenrasi benzoil peroksida.

  1. Tretinoin

4

Beragam merek dagang seperti Retin-A atau Vitacid menjadikan tretinoin sebagai bahan aktif. Berguna sebagai anti-aging dan chemical peeling. Tretinoid yaitub bentuk asam dari vitamin A. Tidak boleh digunakan bersamaa denga Sufur, Benzoil Peroksida dan AsamnSalisilat. Penggunaan bersamaan dengan alkohol dan bahan-bahan yang mungkin menyebabkan iritasi juga dihindari.

  1. Tertrasiklin

5

Tertrasiklin merupakan jenis antibiotik yang sering digunakan sebagai terapi jerawat sebagai antibiotik oral. Tetrasiklin lebih efektif diberikan 30 menit sebelum makan dan sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. Tertrasiklin juga mengurangi zat-zat kimia yang mengiritasi yang iproduksi oleh sel darah putih, pada akhirnya antibiotik dapat mengurangi konsentrasi asam lemak bebas dalam sebum dan berguna sebagai anti inflamasi.

  1. Eritromisin

6

Antibiotik jenis ini biasanya digunakan sebagai terpai jerawat dan mempunyai beberapa kelebihan dibanding tetraskklin yaitu dapat mengurangi kemerahan pada lesi dan dapat diberikan bersama dengan makanan. Eritromisin juga dapat digunakan pada pasien yang tidak bisa mengkonsumsi tetrasklin seperti pada wanita hamil.

  1. Minosiklin

7

Minosklin merupakan derivat dari tetrasiklin yang dugunakan secara aktif sebagai terapi jerawat selama beberapa dekade, khususnya untuk jerawat tipe pustular.

  1. Doksisiklin

8

Antibiotik ini sering diberikan pada orang-orang yang tidak dapat merespon pemnberian eritromisin atau tetrisklin. Doksisiklin akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu harus disertai dengan penggunaan tabir surya.

  1. Klindamisin Untuk Jerawat

9

Klindamisin berguna sebagai antibiotik oral untuk terapi jerawat. Efek samping utama berupa infeksi intestinal yang dinamakan kolitis pseudomembran yang disebabkan oleh bakteri.

  1. Kontrimoksazol Untuk Jerawat

10

Antibiotik ini diindikasikan pada penderita yang intoleran dengan tetrasiklin atau eritromisin, atau pada penderita yang tidak ada respon terhadap terapi lain. Kontrimoksazol juga digunakan pada folikulitis gram negatif.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here